MRAYAN TRIGONA PARK SEBUAH GAGASAN SEDERHANA DI TANGAN KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) ENGGAL MULYO LESTARI DI DESA MRAYAN KECAMATAN NGRAYUN KABUPATEN PONOROGO BERUBAH MENJADI KARYA BESAR YANG MENGINSPIRASI

Hery Pramudya Wijaya, S.Hut. l Penyuluh Kehutanan Muda

Kelompok Tani Hutan (KTH) Enggal Mulyo Lestari di Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melalui Program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN PMM) Kemdiktisaintek 2025, sukses mewujudkan ‘Mrayan Trigona Park‘ sebagai wisata lebah madu digital pertama di Kabupaten Ponorogo.

Mengusung tema ‘Transformasi Digital Kawasan Wisata Lebah Desa Mrayan melalui Edukasi dan Penerapan Teknologi Augmented Reality (AR)’. Mrayan Trigona Park menghadirkan inovasi wisata edukatif yang unik. Tempat ini bukan sekadar lokasi budidaya lebah klanceng (Trigona sp.), tetapi juga wahana pembelajaran interaktif yang menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern.

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan konten digital yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata secara real-time. Dengan kata lain, AR memungkinkan pengguna melihat objek maya 2D atau 3D yang diproyeksikan di atas dunia nyata. Pengguna dapat mengalami interaksi yang mendalam dengan informasi tambahan yang disisipkan ke dalam lingkungan sekitar. Seiring dengan perkembangan zaman, AR telah menjadi semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui aplikasi di smartphone. Salah satu daya tarik utama Mrayan Trigona Park adalah penggunaan Augmented Reality (AR):

  1. Pengunjung cukup mengarahkan kamera ponsel ke titik-titik tertentu.
  2. Informasi digital tentang proses budidaya lebah klanceng, tahapan panen madu, hingga manfaat ekologis lebah bagi lingkungan akan muncul dalam bentuk visual interaktif.
  3. Anak-anak, pelajar, hingga wisatawan umum dapat belajar dengan cara yang menyenangkan, seolah-olah menyelami dunia lebah secara langsung.

Lebah klanceng dikenal sebagai lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu berkualitas tinggi:

  1. Madu klanceng memiliki nilai kesehatan yang tinggi, kaya antioksidan, dan diminati pasar.
  2. Peran ekologisnya sangat penting: membantu penyerbukan tanaman, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mendukung keberlanjutan hutan rakyat.
  3. Budidaya lebah ini juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Mrayan.

Mrayan Trigona Park dirancang sebagai lokasi eduwisata berbasis masyarakat dengan tiga pilar utama:

  1. Edukasi: Memberikan pengetahuan tentang lebah klanceng, agroforestri, dan konservasi lingkungan.
  2. Ekonomi: Meningkatkan pendapatan petani melalui produk madu dan olahan berbasis lebah.
  3. Ekologi: Menjaga kelestarian hutan rakyat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya biodiversitas.

Ke depan, Mrayan Trigona Park berpotensi menjadi destinasi unggulan Ponorogo dengan:

  1. Program kunjungan sekolah untuk pembelajaran sains berbasis alam.
  2. Workshop budidaya lebah klanceng bagi petani dan UMKM.
  3. Digitalisasi promosi melalui aplikasi desa atau platform wisata.
  4. Kemitraan dengan dinas dan CSR untuk memperkuat branding dan pemasaran produk madu klanceng.

Mrayan Trigona Park bukan hanya tempat wisata, tetapi juga laboratorium hidup yang mengajarkan harmoni antara manusia, teknologi, dan alam. Dengan sentuhan AR, pengalaman belajar menjadi lebih imersif, menjadikan Desa Mrayan sebagai pionir eduwisata berbasis inovasi di Ponorogo. (hpw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *